Selasa, 06 November 2012

Mengajarkan Anak Cinta Lingkungan

Ayo tanam pohon!
Banyak warisan yang bisa Anda berikan untuk putra-putri Anda sebagai bekal untuk hidupnya kelak. Jangan salah, tidak hanya warisan berupa materi dan pendidikan tinggi yang bisa Anda berikan pada mereka, bekal untuk mencintai lingkungan juga mereka butuhkan, karena putra-putri Anda adalah para penerus untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan dan Bumi agar tetap nyaman dan bersih untuk ditinggali.

Membiasakan mereka untuk mencintai lingkungan dapat dimulai dari rumah dan Anda sebagai contoh pembimbing mereka. Tidak sulit kok membiasakan putra-putri Anda untuk peduli dan mencintai lingkungan hidup mereka. Bila mereka telah terbiasa memulai hal tersebut dari rumah, maka mereka akan terus membawa kebiasaan tersebut sepanjang hidup mereka. 

Bertepatan sehari setelah peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, inilah beberapa cara yang bisa Anda mulai untuk membiasakan mereka. Lakukan sejak dini, dan mereka akan menjadi generasi pelindung lingkungan hidup dari segala kerusakan akibat keteledoran manusia.

Berikut adalah beberapa kebiasaan yang dapat dajarkan kepada anak-anak :

1. Buang Sampah Pada Tempatnya
Hal ini bisa menjadi dasar kepedulian buah hati Anda pada lingkungannya. Anda bisa memberi wawasan pada mereka apa bahaya jika sampah tidak dibuang pada tempatnya, misalnya saja membuang sampah di sungai atau melempar sampah sembarangan dari jendela mobil. Ajarkan juga mereka membedakan mana sampah organik mana sampah non-organik.
Untuk melatih mereka, sediakan tempat sampah yang bisa menampung sampah non organik di dalam kamar mereka. Jika mereka sudah terbiasa dan memulai dari rumah, maka mereka akan peduli saat membuang sampah pada tempatnya sekalipun mereka jauh dari rumah. Mengingat masih banyak keluarga yang tidak peduli, ayo mulai dari keluarga Anda!

2.Kreasi Baru Dengan Daur Ulang
Memanfaatkan beberapa barang bekas dan sampah yang bisa didaur ulang bisa menjadi salah satu cara kreatif agar putra-putri Anda tidak terlalu konsumtif membeli berbagai mainan atau barang-barang buatan pabrik. Selain bisa menjadi alternatif daur ulang, kegiatan ini bisa dilakukan seluruh keluarga yang menyenangkan.
Anda pasti masih ingat bagaimana membuat mobil-mobilan dari kulit jeruk Bali. Atau bila ingin barang yang tahan lama, Anda bisa mengajak buah hati Anda membuat tas atau dompet dari pembungkus sabun cuci piting cair. Tanamkan pada diri anak Anda bahwa memakai bahan kreatif daur ulang adalah hal yang baik dan bisa menyelamatkan lingkungan.

3. Belajar Menanam Pohon
Keluarga Anda pasti ingin berpartisipasi pada acara menanam pohon yang sering digalakkan berbagai lembaga pecinta lingkungan maupun pemerintah. Membuat putra-putri Anda mencintai pohon sebagai salah satu penopang kehidupan tentu harus Anda biasakan mulai mereka kecil.
Jika halaman rumah Anda tidak terlalu luas, Anda bisa memanfaatkan tanaman yang memakai media pot. Ajak putra-putri Anda untuk turut serta merawatnya, lebih baik jika yang Anda tanam bisa menghasilkan buah, pohon tomat misalnya. Anda juga bisa memakai media boneka yang bisa ditumbuhi tanaman, misalnya boneka Horta.


Boneka Horta
4. Tamasya Ke Alam Bebas
Anak-anak akan lebih mudah bila melihat dan merasakan sendiri seperti apa lingkungan yang sehat, sehingga tidak ada salahnya bagi Anda untuk mengajak mereka tamasya ke sebuah lokasi yang masih mempertahankan sisi alaminya. Daripada selalu ke mall, sekali waktu Anda bisa mengajak buah hati Anda ke sebuah hutan lindung atau cagar alam.
Dengan datang langsung, Anda bisa menjelaskan fungsi hutan sebagai paru-paru penghasil oksigen, daerah resapan air dan kegunaan dari batang pohon. Bila Anda kebetulan melewati sungai yang kotor, Anda bisa menjelaskan dampak tercemarnya air sungai dan laut, termasuk bahaya yang timbul jika perairan digenangi banyak sampah.

5. Anda Adalah Contoh
Karena apa yang Anda ajarkan pada mereka adalah hal yang baik, maka Anda juga wajib menjadi contoh bagi buah hati Anda. Jangan sampai Anda berkali-kali memberi nasihat untuk membuang sampah pada tempatnya tetapi Anda membuang sampah sembarangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar